Transparansi Baznas Kota Bandung Raih Pengakuan Internasional


03 Apr 2021

BAZNAS, KOTA BANDUNG

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung kembali mendapat opini wajar selama 3 tahun berturut-turut. Tidak hanya itu, Baznas Kota Bandung juga meraih pengakuan internasional dengan sertifikat bidang manajemen mutu ISO 9001-2015 dari Word Quality Assurance (WQA).

Opini terakhir untuk audit keuangan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2020 dari KAP AR Oetomo. Sementara pengakuan internasional diserahkan WQA dengan sertifikat ISO 9001-2015 dalam sebuah kegiatan daring belum lama ini.

“Opini wajar dan sertifikat global ini sangat menggembirakan serta merupakan anugerah Allah Swt terhadap kerja keras seluruh amil Baznas Kota Bandung yang gigih melakukan semua proses pencatatan transaksi keuangan sesuai prosedur dan PSAK 109,” kata Plt. Ketua Baznas Kota Bandung Dr. Herry Kusaery dalam acara pelepasan Plt. Pimpinan bersama dengan seluruh Amil di Bumi Sangkuring Kota Bandung.

Herry menyebutkan, Baznas Kota Bandung juga berhasil mengumpulkan zakat infaq shadaqoh (ZIS) sebesar Rp26,266 miliar pada 2019 dan berhasil didistribusikan Rp23,845 miliar. Sementara tahun 2020 lalu, terhimpun ZIS sebesar Rp23,896 miliar dengan pendistribusian Rp 22,822 miliar.

Herry melanjutkan, kinerja tersebut diperoleh karena pihaknya juga tekun melaksanakan prosedur pelayanan dan terus melengkapi semua standar dokumen persyaratan penilaian manajemen mutu.

“Kami ucapkan terimakasih kepada KAP AR Oetomo yang sudah menyelesaikan proses audit keuangan, juga pada auditor standar manajemen mutu internasional dari WQA yang sudah melaksanakan audit serta merekomendasikan diraihnya sertifikat ISO 9001-2015,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial sempat melantik sekaligus mengambil sumpah dan janji pengurus baru Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Bandung periode 2021-2026 di Kantor Baznas, Jalan Wastukancana, Jumat 26 Maret 2021, lalu.

Mereka yang dilantik adalah Akhmad Roziqin sebagai Ketua Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman menjabat Wakil Ketua Bidang Pengumpulan, serta Irfan Farid Taufik sebagai Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

Kemudian, Dudit Setiadi sebagai Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, serta yang terakhir adalah Arif Ramdani sebagai Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Umum.

Dengan hadirnya kepengurusan baru, Oded berharap, mampu membawa perubahan yang membuat Baznas lebih tumbuh dan berkembang. Sebagaimana makna zakat yakni membersihkan, juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan perekonomian warga Kota Bandung.

Untuk itu, Oded meminta profesionalitas serta kehati-hatian dalam pengelolaan zakat harus lebih diutamakan para pengurus baru Baznas Kota Bandung.

“Amil Zakat itu yang punya tanggung jawab bekerja, hati-hati jangan terjebak menjadi ambilin. Maka harus melaksanakan tugas pokok fungsi pengelolaan zakat agar tumbuh dan berkembang,” kata Oded.

“Jangan disia-siakan dengan cara semakin melemahnya kepercayaan para muzakki kepada kita. Tetapi harus menumbuhkan kepercayaan dari rakyat kepada institusi,” imbuhnya.

Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin mengatakan, ia beserta pengurus lainnya berkomitmen akan bekerja dengan mengedepankan tiga aspek. Yaitu profesionalitas, integritas, dan kepercayaan.

“Sesuai arahan dari Wali kota, beliau menekankan kepercayaan. Karena betapa pentingnya kepercayaan dari para muzakki. Kita sudah merencanakan bagaimana kita meningkatkan kepercayaan publik kepada Baznas, sehingga nanti berzakat bukan karena kewajiban tetapi kesadaran,” terangnya.

Selain lebih mengoptimalkan pengumpulan zakat di Kota Bandung, pihaknya juga akan lebih mengoptimalkan pengumpulan melalui infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Dengan begitu, diharapkan Baznas bisa memberi manfaat dan membantu perekonomian warga Kota Bandung.

“Agar nanti ketika distribusi dan pendayagunaan bukan saja ke 8 asnaf, mungkin saja ke hal-hal yang sifatnya pengembangan produktivitas umat muslim di Kota Bandung,” harapnya.

“Tapi yang paling penting bagaimana peran kontributif Baznas terutama dalam konteks mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Sementara itu, Dadang dari Kantor Akuntan Publik AR Oetomo menyampaikan ucapan selamat kepada Baznas Kota Bandung yang kembali meraih opini Wajar.

Perwakilan WQA Indonesia Muhammad Aristian saat menyerahkan sertifikat simbolik melalui media daring menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada Baznas kota Bandung atas diraihnya sertifikat Internasional ISO.

“Terimakasih kepada Baznas Kota Bandung atas kepercayaan kepada kami sebagai mitra audit manajemen mutu. Saya atas nama pribadi dan lembaga menyampaikan ucapan selamat atas capaian Baznas Kota Bandung meraih sertfikat ISO 9001-2015. Ini membuktikan Baznas Kota Bandung sudah terekognisi sebagai lembaga berstandar internasional yang siap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Herry menegaskan, dengan diterimanya opini wajar dan dari sertifikat ISO 9001-2015 ini, diharapkan menjadi penyemangat meningkatkan kinerja serta senantiasa menghadirkan program yang tepat sasaran bagi masyarakat Kota Bandung.

https://jabar.idntimes.com/news/jabar/yogi-pasha/transparansi-baznas-kota-bandung-raih-pengakuan-internasional

Program

Bandung Sehat

Bandung Taqwa

Bandung Cerdas

Bandung Makmur

Bandung Peduli